Ticker

6/recent/Ticker-posts

WOW! Rokok Ilegal yang Diselundupkan Di Perairan Riau Nilainya Rp.7.6M

Barang bukti kasus penyelundupan rokok ilegal (Foto: dok DJBC Kepri)

Jakarta - Satgas Patroli Bea Cukai Wilayah Khusus Kepulauan Riau dan Bea Cukai Tembilahan menggagalkan penyelundupan rokok ilegal senilai Rp 7,6 miliar. Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat, mengatakan penggagalan itu bermula dari informasi intelijen yang menyebut ada empat kapal high speed craft (HSC) bermesin 6 x 250 PK tanpa nama membawa rokok selundupan di perairan Pulau Buluh, Riau.

Syarif mengatakan informasi tersebut diperoleh pada Jumat (15/1) lalu. Bea Cukai kemudian melakukan pembuntutan dari perairan Pulau Medang Lingga namun tidak berhasil dicegat.

"Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal patroli Bea Cukai kembali mengidentifikasi keberadaan HSC yang membawa rokok ilegal di perairan Sungai Bela, Indragiri Hilir dari arah Kuala Lajau. Setelah meyakini, petugas memerintahkan HSC tersebut untuk berhenti namun tidak dipatuhi dan bahkan berusaha untuk menabrak kapal patroli petugas," ujar Syarif melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (19/1/2021).

Mendapat serangan, petugas yang menggunakan kapal BC 10009 kemudian menghidupkan sirine. Kapal HSC yang digunakan oleh para penyelundup itu kemudian berusaha menabrak kapal petugas.

"HSC tersebut berupaya menabrak kapal BC 10009, meskipun demikian Kapal BC 10009 tetap melakukan pengejaran hingga akhirnya anak buah kapal satu dari empat HSC tersebut kabur dengan cara melompat ke air," katanya.

Sekitar pukul 09.40 WIB, ada dua kapal HSC berusaha mendekat dan berupaya merebut kapal yang sedang diperiksa petugas. Dibantu kapal BC 15040 dan kapal BC 15041 petugas berhasil menghalau dua kapal tersebut.

"Jadi jelas ada niatan untuk merebut kembali HSC dan rokok selundupan yang sudah dikuasai Bea Cukai," katanya.

Setelah kondisi bisa dikendalikan, petugas mencari beberapa awak yang sempat melompat ke air. Namun mereka tidak ditemukan.

"Setelah situasi lebih kondusif, Satgas patroli laut Bea Cukai berupaya mencari dan menyelamatkan awak kapal HSC yang sebelumnya terjun ke air, namun tidak mendapatkan hasil. Satgas patroli laut Bea Cukai kemudian membawa dua unit HSC tanpa awak berisi rokok ilegal yang jumlahnya lebih dari 7,2 juta batang dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 7,6 miliar ke Tanjung Balai Karimun," kata Syarif.

Bea Cukai selama 2019 telah menangkap 31 penyelundup rokok ilegal dan minuman keras dari 12 kapal HSC, 19 non HSC. Pada 2020. Bea Cukai juga menangkap 20 penyelundup dari 8 kapal HSC dan 12 kapal non HSC. Kerugian negara yang diselamatkan dari penyelundupan tersebut senilai Rp 214,35 miliar.

sumber : dtk

Artikel Terkait